Kota Jogja menjadi tujuan para backpacker untuk mengisi waktu liburan dengan mengunjungi beberapa tempat wisata yang berada di sekitar Jogjakarta. Buat rencana kunjungan perjalanan wisata di Jogja berdasarkan kelompok lokasi tempat wisata, hal ini untuk menghemat waktu dan biaya transportasi, ada baiknya kita merencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang disukai di Yogyakarta terlebih dahulu.Berikut beberapa pilihan tempat wisata di Jogja :
1. Mengunjungi Candi Borobudur, Prambanan dan Candi lainnya
Berlibur ke Jogjakarta pasti tidak terpisahkan dengan kunjungan ke
dua candi termegah di Indonesia, yaitu Borobudur dan Prambanan. Walaupun
Candi Borobudur terletak di kota Magelang, jaraknya yang hanya satu jam
dari Jogja membuat beberapa orang mengira bahwa candi tersebut terletak
di Jogjakarta. Selain dua candi tersohor itu, beberapa candi cantik
lainnya yang juga patut dikunjungi adalah candi Mendut, candi Ratu Boko
dan candi Ijo.
2. Kulineran Lokal ala Jogjakarta
Gudeg telah dikenal sebagai makanan khas yang wajib kamu santap
ketika menginjakkan kaki di Jogjakarta. Selain gudeg, ada juga beberapa
makanan lainnya yang harus kamu cicipi. Nasi brongkos, oseng mercon dan
sate klatak adalah beberapa di antaranya. Untuk nasi brongkos, kamu bisa
menyambangi Warung Handayani di dekat alun-alun selatan keraton atau
Brongkos Bu Padmo di Jalan Magelang. Oseng mercon Bu Narti di Jl. KHA
Dahlan dijamin bisa bikin kamu meringis kepedesan namun ketagihan.
Sementara warung sate klatak bisa ditemukan di sekitar daerah Imogiri,
salah satu tempat favorit adalah sate klatak Pak Bari di Pasar
Wonokromo, Pleret.
3. Hang out di Alun-alun Selatan Malam Hari
Alun-alun selatan keraton Jogjakarta terlihat cantik dan ramai sekali
pada malam hari. Beberapa hal bisa dilakukan disana adalah menantang
dirimu sendiri untuk mencoba berjalan dengan mata tertutup melewati dua
pohon beringin kembar. Selain itu, kamu bisa mengowes mobil (atau
sepeda) berhiaskan lampu terang warna-warni diiringi dengan alunan lagu
Katy Pery atau Magic! Keceriaan malam di alun-alun bisa ditutup dengan
menikmati jagung bakar atau minum wedang ronde.
4. Menengok Pantai-pantai di Gunung Kidul
Bukan rahasia lagi kalau pantai-pantai di Gunung Kidul, salah satu
kabupaten di Jogjakarta tersohor karena tidak kalah cantik dengan
pantai-pantai di Bali. Bedanya, pantai-pantai di selatan kota Jogjakarta
ini adalah pantai yang tidak diperuntukkan untuk berenang. Namun jangan
khawatir, ada beberapa pantai yang relatif aman untuk berenang karena
ombaknya tidak terlalu besar atau pantai tersebut berbentuk teluk
seperti pantai Drini dan pantai Pantai Ngrenehan.
5. Mendaki Gunung Api Purba atau Nglanggeran
Gunung Api Purba atau Gunung Nglanggeran adalah salah satu tempat wisata yang happening
belakangan ini. Jangan membayangkan gunung yang memerlukan pendakian
berhari-hari ya. Untuk mencapai puncak Gunung Api Purba, kamu hanya
perlu trekking selama 1,5 jam. Pemandangan indah akan jadi
hadiah termanis di puncak. Disarankan untuk mendaki sore hari sehingga
bisa menikmati sunset dari puncak, tapi jangan lupa membawa senter.
6. Wisata Adventure di Gunung Merapi
Gunung Merapi memiliki pesonanya yang luar biasa. Bagi yang enggan
bersusah-susah mendaki gunung Merapi, kegiatan naik jeep atau lava tour
bisa menjadi alternatif untuk menyapa Merapi ketika bertandang ke
Jogjakarta. Pada lava tour kita akan berkeliling daerah yang tertimpa
lahar Merapi tahun 2010. Salah satu yang paling menarik adalah kunjungan
ke Museum Sisa Hartaku. Jika kamu merasa lebih fit dan ingin kegiatan
yang lebih menantang, maka pendakian ke puncak Merapi bisa jadi pilihan.
Aktivitas ini biasanya dimulai pada tengah malam untuk mencapai puncak
sebelum matahari terbit.
7. Belajar Budaya Jawa di Museum Ullen Sentalu
Museum seni dan budaya Jawa Ullen Sentalu disebut-sebut sebagai salah
satu museum terbaik di Indonesia oleh beberapa media di Indonesia.
Museum yang terletak di kawasan wisata Kaliurang berfokus pada warisan
budaya Jawa yang bersifat tidak berwujud/intangible. Museum ini
selalu menugaskan pemandu untuk pengunjung museum, biasanya pengunjung
dikelompokkan maksimal 25 orang, agar edukasi lebih maksimal.
8. Naik Becak Keliling Kota Jogjakarta
Naik becak adalah salah satu kegiatan yang menarik untuk dilakukan di
Jogjakarta. Rute yang biasanya ditempuh adalah jalan Malioboro, kawasan
historis titik nol Yogyakarta lalu berlanjut ke daerah Keraton bagian
utara dan berkeliling Keraton.
9. Mengunjungi Taman Sari
Kegiatan naik becak berkeliling wilayah Keraton tidak lengkap dengan
kunjungan ke Taman Sari. Kompleks Taman Sari terdiri dari beberapa
bangunan, kolam pemandian, kanal air dan terowongan-terowongan.
Menyusuri sejarah serta kemegahan arsitektur bangunan-bangunan di Taman
Sari adalah salah satu kegiatan seru yang harus kamu lakukan di
Jogjakarta, namun hati-hati tersesat ya.
10. Gua Jomblang
Walaupun aktivitas caving di Gua Jomblang termasuk tidak
murah, pengalaman yang akan kamu peroleh dengan mengeksplorasi Gua
Jomblang tidak ada duanya. Kamu akan diturunkan menggunakan tali ke
kedalaman 60 meter. Kamu akan disambut oleh Hutan Purba, setelahnya
penjelajahan dilanjutkan dengan berjalan sepanjang kurang lebih 250
meter menuju Gua Grubug untuk melihat Cahaya Surga. Cahaya Surga adalah
ungkapan untuk cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah rimbun
daun pada mulut Gua Grubug.
11. Kursus Kerajinan khas Yogyakarta
Kalau kamu menyukai aktivitas menciptakan sesuatu, maka kursus
singkat membuat berbagai kerajinan bisa menjadi pilihan. Kursus batik
bisa ditemukan di sekitar Taman Sari Keraton, kursus membuat gerabah
bisa dilakukan di desa wisata Kasongan dan kursus membuat perhiasan
perakmu sendiri dapat dilakukan di daerah Kota Gede. Kursus ini bisa
memakan waktu 2 jam sampai 1 hari penuh. Selain mendapatkan ketrampilan
baru, kreasimu juga bisa kamu bawa pulang sebagai suvenir.
12. Ziarah ke Makam Raja Imogiri
Makam Raja Imogiri berada di sebuah bukit dengan pemandangan indah di
selatan Jogjakarta. Kunjungan ke makam Raja-Raja dijamin menjadi
pengalaman yang spesial walaupun untuk mencapainya, kita diharuskan
menaikin ratusan tangga. Salah satu hal yang unik, kita diharuskan
berbusana tradisional Jawa jika ingin mengunjungi makam. Oh ya, perlu
diingat bahwa Makam Raja Imogiri dibuka untuk umum hanya pada hari
Senin, Jumat dan Minggu.
0 Comments