Ajang dua tahunan ““The 8th Prince Sultan Military
International Prize for the Holy Quran” kembali digelar di Riyadh.
Indonesia mengirimkan lima orang anggota Tentara Nasional Indonesia
(TNI) untuk ikut serta dalam ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) atau
Lomba Menghafal Al-Qur’an tingkat internasional khusus personel militer.
Delegasi dari Indonesia yang diketuai Letkol Caj M Yahdi ikut serta
dalam tiga kategori lomba sekaligus. Mereka adalah Serma Lek Nursal
Hasbi (peserta kategori 5 Juz), Pratu Faisol (10 Juz), Lettu Mar Makarim
Umar (20 Juz), dan Kopda Rahmat Soleh peserta hafalan kategori 30 Juz.
Demikian yang dilansir dari akun Facebook KJRI Jeddah, pada Rabu,
(31/12).
Siaran pers yang diterima dari Atase Pertahanan KBRI Riyadh
menyebutkan lomba menghafal al-Quran ini dibuka oleh Jenderal
Abdurrahman Shaleh Al Bunayan, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata
Arab Saudi.
Kegiatan ini dilangsungkan dari tanggal 28 Desember 2014 sampai
dengan 4 Januari 2015 di Hotel Ritz Carlton Riyadh. Hadir dalam acara
pembukaan perhelatan mulia ini sejumlah pejabat militer Arab Saudi, para
Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) angkatan bersenjata dari
negara peserta dan tamu undangan penting lainnya. Sementara dari
Indonesia turut hadir Kapusbintal TNI, Laksamana Pertama TNI Muhammad
Richad.
Bertindak sebagai ketua Dewan Hakim dalam Lomba bertajuk Prince
Sultan Military International Prize The Holly Qur’an 2014 Imam Besar
Masjidil Haram Al-Nabawi Madinah Syekh Ali Al Khuzaify.
0 Comments