6 Aplikasi Android Kontroversial yang Diblokir Google Play Store
Sebagian besar aplikasi Android yang selama ini beredar di pasaran memang berfungsi untuk mempermudah aktivitas kita sehari-hari. Mulai dari untuk berbelanja, reminder,
komunikasi, hingga untuk mengatur keuangan. Tapi bukan berarti di luar
sana tidak tersedia aplikasi-aplikasi aneh dan kontroversial lho.
Beberapa
orang berkehendak untuk menciptakan aplikasi Android dengan fungsi dan
tujuan yang aneh. Biasanya, mereka melakukannya hanya untuk alasan
bersenang-senang atau untuk menyinggung perasaan orang lain. Maka dari
itu, melalui artikel ini kami ingin memberitahu kalian semua, aplikasi Android apa sih yang selama ini dinilai kontroversial dan diblokir oleh Google Play Store.
6 Aplikasi Android Kontroversial yang Diblokir Google Play Store
1. SkinneePix
Sebagai pembuka dari list aplikasi kontroversial kita kali ini, ada aplikasi bernama SkinneePix yang dulu sempat menuai kehebohan. Aplikasi yang diciptaan oleh Pretty Smart Women
ini diklaim dapat membuat foto yang diolahnya tampak lebih kurus
dibandingkan kenyataan. Walaupun memiliki fitur yang unik, namun
aplikasi ini dikecam dengan oleh salah satu blogger terkenal yaitu Emily Wierenga.
Ia mengatakan bahwa SkinneePix dapat membangkitkan kembali kasus
anoreksia di kalangan anak muda, dan memberikan pandangan bahwa kurus
merupakan kondisi tubuh yang sempurna bagi wanita.
2. PhantomAlert
Meskipun
aplikasi berikut ini tidak dapat digunakan di Indonesia, namun di
negara asalnya tetap saja kontroversial. Aplikasi bernama PhantomAlert
berfungsi sebagai alat notifikasi bagi orang-orang yang suka
kebut-kebutan dalam berkendara agar berhati-hati. Semua itu karena di
titik-titik tertentu di jalanan tersebut terdapat alat pendeteksi
kecepatan, kamera pengawas,
dan alat-alat polisi lainnya sehingga pengemudi bisa mengantisipasinya.
Tentu saja PhantomAlert kemudian menjadi perbincangan hangat di antara
pengguna bahkan pemerintah.
3. Yo!
Aplikasi bernama Yo! sebenarnya menyuguhkan fitur yang unik bagi penggunanya. Aplikasi social messaging
ini hanya menyediakan sebuah tombol berlabel Yo! saja. Jadi kamu hanya
dapat berkomunikasi dengan teman hanya dengan saling sahut-menyahut
dengan kata Yo!. Aneh memang dan mereka bahkan mengklaim bahwa aplikasi
ini dapat mengubah sistem digital marketing. Tapi fiturnya yang sangat sederhana justru membuat aplikasi ini menjadi sangat terbatas.
4. TubeMate
Sebenarnya sih tidak ada yang kontroversial dari aplikasi ini selain ia melanggar peraturan dari Play Store itu sendiri. Aplikasi TubeMate berfungsi sebagai alat untuk men-download video dari YouTube secara langsung ke storage smartphone, bahkan tanpa harus ditonton terlebih dahulu. Tool untuk men-download video seperti ini memang dilarang oleh YouTube dari dulu karena melanggar peraturan mereka.
5. Disconnect Mobile
Disconnect Mobile
merupakan aplikasi yang sesungguhnya berguna untuk menghilangkan
beragam ancaman yang datang dari aplikasi-aplikasi yang tidak
bertanggungjawab. Ia dapat mengeleminasi aplikasi yang mengandung malware,
hingga iklan yang tidak lazim. Akan tetapi, akibat dari fungsinya
tersebut, Disconnect Mobile lalu digolongkan sebagai aplikasi penghilang
iklan yang sebenarnya tidak boleh dipampang di Play Store. Walaupun Disconnect Mobile diturunkan dari Play Store, namun animo dari masyarakat untuk menggunakannya tetap besar.
6. Adblock Plus
Terakhir
ada aplikasi yang serupa dengan Disconnect Mobile namun fiturnya lebih
dikhususkan untuk menghilangkan iklan yang ada di Android. Meskipun
sangat berguna, Adblock dan aplikasi sejenis lainnya
tidak diizinkan untuk hadir di Google Play Store karena dinilai
menghlangkan penghasilan dari sektor iklan yang diandalkan oleh para developer maupun Google itu sendiri.
0 Comments